Serangga
merupakan hewan yang paling melimpah keberadaannya di dunia. Peran
serangga sebagai hama merupakan masalah utama dalam ekosistem pertanian.
Keberadaannya menimbulkan penurunan hasil produksi tanaman. Diperkirakan
serangga hama menghancurkan kurang lebih seperlima dari total produksi tanaman
di dunia. Perkembangan hama menjadi sangat cepat karena manusia mengkondisikan
agroekosistem yang melihat dari sudut kebutuhan manusia. Dimana hanya melihat
dari sisi agroekosistem yang terdiri dari tanaman berproduksi tinggi, ukuran
yang besar, luas areal tanaman sama yang sangat luas (ekosistem yang terlalu
homogen), tanam terus menerus dan pada areal yang terbatas. Hal ini tentu saja
menstimulus serangga hama untuk berkembang cepat karena lingkungannya menjadi
sangat kondusif dan ideal untuk perkembangan hama.
Selama
lebih dari 30 tahun, tanaman yang dikembangkan hanya berorientasi pada produksi
tinggi. Hal ini tentu saja secara tidak langsung menciptakan kondisi ideal
untuk perkembangan hama (susceptible). Kecenderungan penggunaan pestisida yang
terus meningkat terlihat dari semakin banyaknya pestisida kimia yang terdaftar
di Kementerian Pertanian. Pestisida yang terdaftar pada tahun 2016 mencapai
3.207 buah merk dagang dengan bermacam bahan aktif (Ditjen PSP, 2016). Jumlah
merek pestisida yang terdaftar dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, hal
ini menunjukkan bahwa penggunaan pestisida kimia cenderung meningkat setiap
tahun.
Tren penggunaan pestisida yang terus meningkat juga ditemui pada
tembakau Virginia. Akibat kerusakan hama yang langsung menyerang bagian penting
tanaman yang memiliki nilai ekonomis tinggi, maka langkah singkat yang dilakukan
adalah aplikasi pestisida dalam jangka waktu terus menerus. Selain masalah
kerusakan akibat keberadaan hama, masalah lain juga muncul akibat pengendalian
hama tembakau Virginia yang tidak ramah lingkungan. Masalah tersebut adalah
adanya dampak negatif pestisida kimia terutama adanya kasus resistensi dan
resurjensi hama tanaman tembakau Virginia.
Dampak Negatif
Pestisida Kimia
Tuntutan
produksi tembakau Virginia dalam umlah banyak mendorong teknik budidaya tanaman
yang tidak mengindahkan keseimbangan lingkungan. Aplikasi pestisida kimia dalam
jumlah tidak rasional menganggu keseimbangan ekosistem sehingga muncul berbagai
dampak negatif pestisida. Dampak negatif pestisida antara lain:
1. Tidak
terdegradasi dan terakumulasi di alam
2. Tidak
aman bagi organisme bukan sasaran
3. Adanya
kontaminasi lingkungan
4. Dalam
dosis tinggi beracun bagi manusia
5. Menyebabkan
kematian musuh alami dan polinator
6. Jika diaplikasikan terus menerus maka
menyebabkan ongkos penyemprotan yang meningkat terus menerus
7. Beberapa dilaporkan menyebabkan fitotoksisitas
berat terhadap tanaman
8. Tidak kompatibel untuk diterapkan atau
dikombinasikan dengan teknik pengendalian hama yang lain.
9. Tidak dapat diaplikasikan bersama dalam
komponen pengendalian hama terpadu (PHT)
10. Meninggalkan residu pada tanaman terutama pada
buah dan sayuran
11. Memicu
terjadinya resistensi dan resurjensi hama
(Dent,
1993; Dubey
et al. 2010; Ivbijaro, 1990).

Comments
Post a Comment