
Hama ini mengalami perkembangan metamorfosis tidak sempurna. Berkembang biak melalui partenogenesis atau dapat juga bertelur. Telur menempel di permukaan bawah daun secara tegak, berbentuk seperti buah pir dengan tangkai di bagian pangkalnya dan panjangnya sekitar 0,2 mm. Pada saat diletakkan telur berwarna putih dan kemudian lama kelamaan berubah menjadi berwarna coklat. Peletakan secara berkelompok membentuk lingkaran di bawah permukaan daun. Telur menetas setelah 5-9 hari. Nimfa kutu ini mengalami 4 instar dan berwarna keputihan. Instar awal berbentuk bulat telur dan pipih. Tiga instar pertama berlangsung masing-masing selama 2-4 hari, sedangkan instar akhir yang panjangnya sekitar 0,7 mm berlangsung selama 6 hari. Puparium berbentuk oval pipih, panjangnya 1 mm, berwarna kuning gelap berbintik pada bagian punggung sedangkan ventral dilengkapi dengan jumbai-jumbai (Hill, 2008).
Fase dewasa hama ini memiliki panjang tubuh sekitar 1 mm, dengan tubuh
berwarna kuning keputihan. Bentang sayap 1-1,5 mm dan diselimuti oleh serbuk
putih. Betina dapat bertelur sekitar 30 butir dan mampu hidup selama 60 hari
sedangkan jantan hanya 9 -17 hari. Fase
dewasa jenis jantan dan betina memiliki penampakan yang hampir serupa hanya
saja berbeda pada alat kelaminnya. Selain melihat dari alat kelaminnya untuk
membedakan antara jantan dan betina dapat pula dilihat dari ukurannya dimana
untuk jenis jantan biasanya memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan dengan
jenis betina. Siklus
hidup berkisar 25 hari
(Hill, 2008).
Comments
Post a Comment