Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn)


            Hama ini lebih banyak dikenal sebagai kutu kebul dengan nama ilmiah Bemisia tabaci Genn. yang termasuk dalam ordo Hemiptera dan famili Aleyrodidae. Pemberian nama kutu kebul ini terkait dengan perilaku kutu  yang akan beterbangan seperti kebul atau asap putih ketika merasa terganggu. Kutu bersifat polifagus dan mampu berkembang pada daerah sub topis maupun tropis, persebarannya hampir merata dapat ditemui disemua benua baik Asia, Amerika, Eropa, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Australia. Selain persebarannya yang luas,kutu ini juga ditunjang kemamuan adaptif untuk hidup di berbagai jenis tanaman hal ini terlihat dengan kemampuan hidupnya pada 600 jenis tanaman. Tanaman inangnya antara lain dari jenis mentimun, ubi jalar, buncis, kedele, tomat, cabe, singkong, kacang tanah, merica, kentang,  kapas, tomat, kubis-kubisan, pepaya, okra dan masih banyak lagi (Kalshoven, 1981; Gullant and Cranston. 2010). 
                             
Hama ini mengalami perkembangan metamorfosis tidak sempurna. Berkembang biak melalui partenogenesis atau dapat juga bertelur. Telur menempel di permukaan bawah daun secara tegak, berbentuk seperti buah pir dengan tangkai di bagian pangkalnya dan panjangnya sekitar 0,2 mm. Pada saat diletakkan telur berwarna putih dan kemudian lama kelamaan berubah menjadi berwarna coklat. Peletakan secara berkelompok membentuk lingkaran di bawah permukaan daun. Telur menetas setelah 5-9 hari. Nimfa kutu ini mengalami 4 instar dan berwarna keputihan. Instar awal berbentuk bulat telur dan pipih. Tiga instar pertama berlangsung masing-masing selama 2-4 hari, sedangkan instar akhir yang panjangnya sekitar 0,7 mm berlangsung selama 6 hari. Puparium berbentuk oval pipih, panjangnya 1 mm, berwarna kuning gelap berbintik pada bagian punggung sedangkan ventral dilengkapi dengan jumbai-jumbai (Hill, 2008).
 Fase dewasa hama ini memiliki panjang tubuh sekitar 1 mm, dengan tubuh berwarna kuning keputihan. Bentang sayap 1-1,5 mm dan diselimuti oleh serbuk putih. Betina dapat bertelur sekitar 30 butir dan mampu hidup selama 60 hari sedangkan jantan hanya 9 -17 hari. Fase dewasa jenis jantan dan betina memiliki penampakan yang hampir serupa hanya saja berbeda pada alat kelaminnya. Selain melihat dari alat kelaminnya untuk membedakan antara jantan dan betina dapat pula dilihat dari ukurannya dimana untuk jenis jantan biasanya memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan dengan jenis betina. Siklus hidup berkisar 25 hari (Hill, 2008).

Comments