Kenalan sama ulat grayak

Ulat grayak memiliki nama ilmiah Spodoptera litura Fabricus (Lepidoptera; Noctuidae). Hama ini umum ditemukan pada daun tanaman tembakau. Persebaran hama ini cukup luas di dunia, keberadaannya dapat ditemukan di Asia, Papua Nugini, Kepulauan Pasifik, New Zealand, dan Australia (Muniappan et al. 2012).
Di Indonesia biasanya hama ini keluar pada malam hari dan bersembunyi pada waktu siang hari. S. litura melakukan penyerangan secara berkelompok (Pracaya, 2008). Hama ini mengalami metamorfosis sempurna yakni dimulai dari telur, larva/ulat, pupa/kepompong dan imago/dewasa. Peletakan telur secara berkelompok yang berisi 25-500 butir. Kelompok telur ini  diselimuti oleh lapisan rambut-rambut halus seperti beludru berwarna coklat. Telur bulat dengan diameter 0,6 mm dan akan akan menetas dalam waktu 2-3 hari (Hill, 2008; Kalshoven, 1981).
Larva instar 1−2 masih bergerombol dan memakan lapisan epidermis daun, sehingga daun menjadi transparan dan kering (Gambar 1). Pada instar yang lebih lanjut yaitu larva instar 3−5, ulat makan seluruh daun sehingga menyebabkan daun berlubang-lubang. Pada serangan yang parah dapat menghabiskan seluruh daun tanaman. Saat berumur lebih kurang 2 minggu panjang larva lebih kurang 5 cm (Hill, 2008; Kalshoven, 1981).
Larva mengalami perkembangan sebanyak 6 instar dan berlangsung selama 20-46 hari.  Instar 1-2 berwarna bening, mulai instar ke-3 berwarna hijau gelap dengan garis punggung berwarna gelap memanjang.  Larva instar 4-6 pada bagian dorsal terdapat sepasang spot berbentuk bulan sabit di setiap ruas tubuhnya. Pada sisi samping terdapat garis gelap dan terang. Ciri khas dari larva ini adalah pada ruas perut yang keempat dan kesepuluh terdapat bentuk bulan sabit berwarna hitam yang dibatasi garis kuning pada samping dan punggungnya. Setelah memasukki instar akhir, larva mulai berkepompong di dalam tanah. Pupanya dibungkus dengan tanah. Fase pupa berlangsung selama 7-10 hari. Pupa ini berwarna merah kecoklatan, panjang tubuh 15-20 mm, berada di dalam tanah sekitar tanaman terserang.  Imago berupa ngengat dengan panjang tubuh 15-20 mm dan ditutupi sisik berwarna abu-abu kecoklatan. Bentang sayap berkisar 30-38 mm, sayap depan berwarna coklat atau keperakan, sedang sayap belakang berwarna keputihan dengan noda hitam.  Ngengat dapat terbang sejauh 5 km pada malam hari dan berumur pendek dan dapat menghasilkan telur lebih dari 2000 butir dalam waktu sekitar 6-8 hari. Siklus hidup hama ini berkisar 30-61 hari (Pracaya, 2008).

Ulat ini memiliki banyak jenis tanaman inang dari berbagai famili tumbuhan atau bersifat polifagus, misalnya tambakau, kapas, jarak kepyar, kacang tanah, padi-padian, tebu, kentang, okra, bawang merah, bayam, kubis-kubisan, cabe, yute, kedele, ubi jalar, pisang, buncis, kangkung, kacang hijau, terung, tomat, jagung, beberapa jenis gulma dan masih banyak inang yang lain (CAB International, 2003).

Comments