Kutu
daun memiliki jenis famili terbanyak pada golongan hama, kemampuan
reproduksinya cepat, dan tersebar di berbagai belahan dunia. Terdapat dua jenis
kutu yang umum ditemukan pada tanaman tembakau yaitu Myzus
persicae Sulz. dan
Aphis gossypii
yang merupakan anggota ordo Hemiptera dan family Aphididae. Keduanya mengisap cairan tanaman sehingga menyebabkan bercak-bercak pada daun. Nilai
penting hama ini sebagai hama utama adalah peranan kutu ini sebagai vektor
virus tanaman tembakau madura. Jika kutu ini berperan sebagai vektor penyakit
maka persebaran penyakit pada tanaman tembakau akan cepat tersebar karena
kemampuan migrasi dari kutu ini.
Penyakit yang biasa ditularkan oleh kutu ini
adalah penyakit Cucumber Mozaic
Virus (CMV) pada tembakau (Kalshoven, 1981).Imago Aphis gossypii berukuran kecil dengan panjang berkisar 1-2 mm.
Panjang antena biasanya setengah dari panjang tubuhnya dengan mata berwarna
merah. Perkembangan sampai dewasa memerlukan waktu sekitar 5 hari. Keturunan pada umumnya dihasilkan tanpa melalui perkawinan atau secara
partenogenesis dan anak dilahirkan oleh induk betina atau bersifat
vivipar. Waktu yang diperlukan untuk
menjadi dewasa atau imago sekitar 5,2 hari dan dapat beranak rata-rata 2,8
ekor/hari. Dewasa hanya hidup selama 2-3 minggu. Warna tubuhnya bervariasi
mulai kuning, hijau, kuning kecoklatan sampai hitam yang bergantung pada jenis
inang, kerapatan populasi, dan kondisi ekologi. Pada kondisi yang kurang sesuai
seperti keterbatasan pakan atau populasi yang terlalu rapat, kutu ini akan
membentuk sayap yang berguna dalam membantu penyebaran untuk mendapatkan
tanaman yang baru (Hill, 2008; CAB International, 2003). Akibat adanya serangan hama ini
menyebabkan daun menjadi keriting, warna daun berubah menjadi kehitaman dan
lama kelamaan menjadi kering. Adanya koloni kutu ini menyebabkan adanya embun
jelaga dan menutupi daun sehingga menganggu proses fotosintesis tanaman. Kutu
ini cocok pada tanaman muda, jika ditunjang dengan cuaca kering akan cepat
mengalami ledakan populasi. Kutu daun ini dikenal sebagai vektor penyakit dari
44 penyakit virus tanaman. Pada tanaman tembakau, kutu daun ini dapat
mentransmisikan Cucumber Mozaic
Virus (CMV) (Hill,
2008).
Hama ini
bersifat polifagus yakni memiliki inang lebih dari 92 famili tumbuhan antara lain
tembakau, wijen, jagung, kapas, melon, mentimun, semangka, kubis, sawi, slada,
okra, bawang putih, kacang tanah, selederi, lobak, jeruk, pepaya, cabe, jute,
wortel, kedele, bunga matahari, kenaf, melati, ubi jalar, kentang dan lain-lain (CAB International, 2003).

Comments
Post a Comment